01 / Ringkasan proyek · IPRO Kabupaten Pakpak Bharat
Skenario dasar
01 / Ringkasan investasi

Hilirisasi gambir Pakpak Bharat

Paket presentasi IPRO yang menggabungkan rencana pabrik, desain visual, anggaran investasi, bukti sumber benih, dan jadwal penyusunan kajian.

Tahap konsep / pra-kelayakan
Pabrik beroperasi · Desain Rev A
30 detik · Full HD

Pembagian kawasan 9 hektare

Lahan keseluruhan9 ha
Zona pabrik2 ha
Kebun gambir cadangan7 ha

Kebun sendiri menopang pasokan masyarakat, tidak diasumsikan menggantikan pembelian daun dari petani. Skema ini merupakan alokasi rencana yang masih menunggu verifikasi bidang dan tata ruang.

Estimasi investasi + lahan—RAB pembangunan, bukan RAB jasa kajian
Kebutuhan pendanaan—Termasuk asumsi modal kerja awal
Kapasitas rencana10 ton/hariDaun gambir, baseline proposal
RAB penyusunan IPRORp90 jutaAnggaran jasa swakelola terpisah

Proposisi investasi

Pasokan gambirPemetaan petani, produksi dan mutu
PengolahanEkstraksi hingga produk olahan
PasarIdentifikasi pembeli dan model kemitraan

Pilihan produk akhir belum ditetapkan sampai verifikasi pasar, teknologi, pasokan, dan kelayakan finansial.

Sumber: Proposal IPRO 2026, Bab III–V.

Posisi kesiapan investasi

Sudah ada data pendukung

Proposal, kontrak, RAB konseptual, pemeriksaan kebun benih

Tersedia
Desain pabrik 3D

Visual massa bangunan dan papan arsitektur konsep

Konsep
Tapak pabrik dan hak ulayat

Bidang, pemegang hak, koordinat, musyawarah dan nilai tanah

Belum terverifikasi
Arus kas proyek, NPV, IRR

Perlu harga jual, rendemen, kapasitas pasok, CAPEX final, OPEX

Belum dapat dipastikan
Pembaruan: rekomendasi produk turunan untuk investor. Tersedia 20 alternatif dari literatur, roadmap tiga tahap, shortlist investasi, statistik gambir 2024, dan filter katalog.
Angka investasi dalam dashboard merupakan simulasi pra-DED berbasis 59 item RAB dan faktor regional. Belum didukung penawaran pemasok menyeluruh, harga transaksi tanah ulayat, maupun studi teknik dan kajian kelayakan akhir.
02 / Arsitektur · revisi A

Ruang desain pabrik

REV A–011 November 2026 · Pra-desain

Satu model ukuran untuk melihat kawasan, ruang produksi, bentuk bangunan, dan gambar arsitektur. Putar model 3D, buka atap, lalu periksa setiap lembar gambar hingga detailnya terbaca.

Alokasi kawasan9 ha2 ha industri + 7 ha kebun
Program bangunan10 unitProduksi, pengelola & penunjang
Tapak bangunan3.144 m²Jumlah jejak bangunan model
Luas lantai total3.432 m²Termasuk kantor dua lantai
Status desain: pra-desain terkoordinasi untuk pembahasan dengan arsitek dan tim teknik. Bentuk lahan 300 × 300 m dan bidang pabrik 160 × 125 m adalah geometri perencanaan; belum menjadi batas persil hasil survei atau gambar untuk pelaksanaan konstruksi.

Jelajahi arsitektur dalam 3D

Sepuluh bangunan, sistem portal, dan enam zona proses menggunakan geometri yang sama dengan gambar rencana.

MODEL A-01
Menyiapkan model 3D… PAKPAK BHARAT · GAMBIR
MODEL LOKAL / BUKAN BATAS GIS
Geser untuk mengorbit · gulir untuk zoom
Klik kanan + geser untuk pan · sentuh dua jari untuk pan / zoom
Selubung & atap ditampilkan

Pra-desain untuk koordinasi. Geometri 300 × 300 m merupakan diagram alokasi 9 ha; belum mengikuti survei batas atau kontur drone. Profil struktur, pondasi, utilitas, dan ukuran alat belum dihitung untuk konstruksi.

↓ Model 3D GLB
Arah karakter bangunan

Bangunan industri dengan bentuk dan material yang lebih masuk akal

Atap pelana, rangka portal, bukaan servis, selubung metal, dan apron bongkar muat memperjelas karakter pabrik. Kantor, laboratorium, dan fasilitas staf menjadi bangunan pendukung yang terpisah.

Render ini menjelaskan suasana dan material. Letak gerbang, parkir, dan sebagian elemen dapat berbeda dari model; ukuran serta penempatan terukur mengacu pada model 3D dan gambar Rev A.

Atap pelanaAlur basah → keringApron servisFasilitas staf

Gambar arsitektur yang bisa diperiksa

Klik lembar untuk memperbesar. Gunakan zoom atau unduh SVG vektor untuk membaca seluruh ukuran.

Paket A3

Skala tercantum per lembar dan berlaku pada cetak A3 100%. Tampilan di layar mengikuti tingkat zoom. Struktur, utilitas, serta detail sambungan adalah konsep koordinasi; ukuran elemen teknik belum dihitung.

Ruang dan ukuran yang konsisten

Ukuran luar bangunan pada model, denah, dan tabel berasal dari data desain yang sama.

Meter · m²

Program 10 bangunan

BangunanUkuran luarLantaiLuas lantai
Total luas lantai3.432 m²

Luas adalah luas kotor berdasarkan ukuran luar model, bukan luas bersih ruangan. Jalan, apron, area IPAL, reservoir, lanskap, dan kebun dihitung terpisah. Nilai RAB dashboard sebelumnya belum dihitung ulang dari kuantitas desain revisi ini.

B05 · Hall proses

24 × 48 m · 1.152 m²

Basis proses: gambir cetak / ekstrak kering, dengan kapasitas masukan rencana 10 ton daun segar per hari. Penempatan mesin dan ruang bebas perawatan perlu dikonfirmasi melalui daftar mesin serta neraca massa. Spray dryer dan katekin murni merupakan alternatif pengembangan tersendiri.

Dari pra-desain ke desain pelaksanaan

Bagian berikut menentukan apakah bentuk ini sesuai dengan lahan dan proses yang akan dibangun.

01 / TAPAK NYATA

Tempatkan model pada hasil ukur

Gunakan poligon batas bidang, kontur / DTM, elevasi jalan, aliran air, dan hasil penyelidikan tanah. Model memakai platform datar asumsi; kondisi lereng, galian-timbunan, dan penahan tanah belum ditetapkan.

02 / TEKNOLOGI & TEKNIK

Koordinasikan mesin, struktur, dan utilitas

Finalkan mesin serta kebutuhan energi dan air; hitung rangka, pondasi, lantai, drainase, proteksi kebakaran, dan pengolahan limbah. Bentang portal 24 m serta modul 6 m merupakan usulan arsitektur; profil baja dan sambungan menunggu perhitungan.

03 / DOKUMEN PELAKSANAAN

Selesaikan DED dan kuantitas pekerjaan

Arsitek dan insinyur perlu mengoordinasikan gambar kerja, spesifikasi, pemeriksaan tata ruang, kebutuhan PBG, dan RAB berbasis kuantitas. Uji manuver kendaraan dan rencana evakuasi mengikuti kendaraan, okupansi, serta risiko proses yang dipilih.

Rujukan tersebut menjadi acuan pengembangan, bukan pernyataan bahwa model ini sudah memenuhi semua persyaratan atau sudah mendapat persetujuan bangunan.

03 / Produksi dan teknik

Rancangan proses gambir

Alur proses adalah alternatif kajian. Parameter produksi akhir harus mengikuti hasil uji bahan baku, mesin, pasar, dan lingkungan.

Diagram alur proses indikatif

01 · PenerimaanTimbang, inspeksi daun, sortasi
02 · PersiapanPenanganan bahan baku
03 · EkstraksiProses termal sesuai teknologi
04 · PemisahanFiltrasi / pengendapan
05 · KonsentrasiPengentalan produk antara
06 · Produk akhirPembentukan, pengeringan, kemas
Diagram bukan process flow diagram terverifikasi. Mass balance, rendemen, standar mutu, suhu operasi, konsumsi utilitas dan teknologi belum ditetapkan.

Baseline desain proposal

±10 tondaun per hari

Konsep lahan baru: 9 ha kawasan, terdiri atas 2 ha pabrik dan 7 ha kebun cadangan internal. Kebutuhan budidaya pemasok masyarakat dalam proposal (±250–500 ha) tetap terpisah dan perlu verifikasi produksi.

Perbedaan parameter KAK

Bagian uraian tenaga ahli memuat ±1 ton/hari, pabrik 0,5–1 ha, budidaya 150–250 ha. Proposal memakai baseline bagian lingkup pekerjaan.

Perlu keputusan PPK dan tim teknis

Alternatif produk

  • Pengolahan primer dan standardisasi
  • Ekstrak gambir terstandar
  • Produk turunan bernilai tambah

Pemilihan belum final; didasarkan pada analisis pasar, teknologi, biaya, dan risiko.

Dasar kebutuhan utilitas dan alat

  • Pencucian/penerimaan, sistem ekstraksi, filtrasi dan evaporasi
  • Pengeringan, pembentukan, pengemasan dan QC
  • Boiler, listrik/genset, air bersih, udara tekan, alat pemadam
  • IPAL, pengelolaan residu, gudang dan transportasi internal

Hal yang perlu dihitung teknis

  • Pasokan daun efektif setiap bulan dan radius angkut
  • Rendemen ekstrak / produk, kualitas dan spesifikasi
  • Jumlah shift, hari operasi dan titik henti operasi
  • Volume air, energi, uap, beban limbah dan kebutuhan lahan akhir
Sumber: Proposal IPRO, halaman 5, 7–15 dan RAB investasi konseptual.
04 / RAB pembangunan dinamis

Anggaran investasi pabrik

Model 59 pos: pengelolaan 9 ha lahan, pengembangan kebun 7 ha, pabrik 2 ha, studi teknis, gedung, mesin, utilitas, cadangan dan pajak indikatif.

Catatan revisi arsitektur: model biaya ini belum dihitung ulang dari kuantitas desain Rev A. Perubahan skenario biaya dan luas di halaman ini tidak mengubah geometri model arsitektur 9 ha; RAB final mengikuti DED dan volume pekerjaan terukur.

Pengendali biaya untuk presentasi

Semua angka berubah otomatis

—

Investasi pabrik, lahan & kebun—Termasuk cadangan dan alokasi pajak
Tanah & administrasi—Kompensasi belum disepakati
Penyiapan kebun cadangan—Asumsi biaya awal, bukan penawaran vendor
Belanja sipil terkalibrasi—Termasuk bangunan dan unsur IPAL
Total kebutuhan dana—Investasi + modal kerja awal

Komposisi biaya (Rp miliar)

Perbandingan skenario

Dasar lokalisasi harga

IKK Pakpak Bharat, BPS 202597,80
IKK Medan, BPS 202593,52
Rasio indikatif pekerjaan sipil1,0458 ×
Faktor sipil efektif skenario—
IKK bukan daftar harga material atau upah. Harga aktual perlu SSH/HSPK, AHSP, survei lapangan, dan quotation vendor. Harga tanah tidak dikalikan IKK.

RAB rinci: 59 pekerjaan utama

KodeKomponenUraian pekerjaanVolumeHarga acuanHarga simulasiJumlah (Rp)

Sumber: model RAB pabrik yang dikembangkan dalam percakapan ini, Excel dinamis terlampir. PPN hanya alokasi model, bukan perhitungan pajak final.
05 / Lahan dan aspek ulayat

Calon tanah ulayat Marga Solin

Rencana kawasan 9 ha: 2 ha fasilitas industri dan 7 ha kebun gambir cadangan. Informasi luas ini berasal dari pembaruan rencana proyek, belum dari peta ukur atau dokumen hak.

Penguasaan bidang belum dibuktikan
Lokasi acuan dari Maps sudah tersedia. Titik 2,6011817° LU; 98,3097249° BT berada di wilayah Tinada. Batas poligon 9 ha dan penempatan zona pabrik/kebun menunggu data batas bidang.
Total rencana kawasan9 haInformasi rencana terbaru
Harga asumsi kompensasi—Bukan harga pasar disepakati
Estimasi kompensasi saja—Luas × asumsi Rp/m²
Anggaran lahan lengkap—Termasuk provisionals legal dan aset

Alokasi luas kawasan, simulasi dinamis

Pabrik: 2 ha 22,22% Kebun: 7 ha 77,78%

Diagram proporsi luas, bukan peta persil atau denah berskala. Luas dapat diatur pada menu RAB investasi.

Simulasi kebun cadangan untuk stabilitas bahan baku

Kebun internal menjadi sumber tambahan ketika pasokan petani terganggu. Perhitungan ini menggunakan daun segar, bukan produksi benih dan bukan produksi getah kering.

Kebun internal7 ha
Kebutuhan pabrik2.500 ton daun/tahun
Hasil kebun cadangan—
Persen kebutuhan pabrik—
Sisa kebutuhan dari petani/mitra—
Ilustrasi: 7 ha × 10 ton daun/ha/tahun = 70 ton/tahun. Jika pabrik bekerja 250 hari × 10 ton daun/hari, kebun tersebut memenuhi 2,8% kebutuhan tahunan. Angka 10 ton/ha/tahun hanyalah contoh hitungan, bukan produktivitas aktual yang sudah terverifikasi.

Matriks sensitivitas kompensasi

Nilai dalam Rp miliar, kompensasi saja, belum termasuk administrasi, tanaman, pajak atau biaya lainnya.

Asumsi harga2 ha pabrik7 ha kebun9 ha total
Simulasi Rp75.000/m² pada 9 ha = Rp6,75 miliar kompensasi asumsi seluruh kawasan. Pembagian 2 ha pabrik dan 7 ha kebun tidak berarti dua kali pembebasan. Pos A.02–A.06 masih provisional.

Alternatif penataan kerja sama

Pelepasan/pemberian hak sesuai hukum

Memerlukan bukti kewenangan pemegang hak, proses legal dan persetujuan yang sah

Belum disepakati
Kerja sama pemanfaatan lahan

Perjanjian jangka waktu, kontribusi, akses dan pembagian risiko

Opsi konseptual
Skema kemitraan dengan masyarakat

Uji manfaat lokal, kompensasi, konsultasi dan pengaduan

Opsi konseptual

Dokumen yang masih diperlukan untuk lokasi pabrik

Peta batas & koordinatPeta bidang, hasil ukur, akses dan kontur
Status hak ulayatDaftar pihak berwenang dan dasar kewenangannya
Musyawarah dan persetujuanBerita acara, kesepakatan dan dokumentasi
KKPR / kesesuaian ruangRTRW/RDTR atau hasil pemeriksaan tata ruang
Pertimbangan lingkunganAir, limbah, geologi, drainase dan perlindungan kawasan
Penilaian dan hargaAppraisal, aset tanaman dan transaksi yang sah
Dokumen pemeriksaan kebun 0,5 ha atas nama Marief Solin hanya mendukung bukti kebun sumber benih. Dokumen itu bukan bukti penguasaan atau legalitas 9 ha calon kawasan, dan tidak menunjukkan lokasi 2 ha pabrik ataupun 7 ha kebun cadangan.
PETA WILAYAH & TAPAK

Pakpak Bharat & calon lokasi

Lihat konteks wilayah, titik lokasi yang Anda kirim, dan susun garis batas lahan dari data ukur.

WGS84 · koordinat geografis
Batas 9 ha belum tersedia

Rekaman drone mengonfirmasi lokasi, bukan batas bidang. Garis calon pabrik dan perkebunan dapat ditambahkan dari poligon hasil survei atau digambar sebagai draf.

Peta dimuat saat tab dibuka…
GARIS BATAS LAHAN

Bidang & pengukuran draf

Target alokasi mengikuti model awal: tapak 9 ha, pabrik 2 ha, perkebunan 7 ha. Menggambar di sini tidak mengubah perhitungan keuangan.

0 bidang draf

Pilih kategori lalu gambar titik-titik batas; klik titik pertama untuk menutup bidang. Gunakan ikon pensil dan tempat sampah pada peta untuk mengubah atau menghapus. Hasil gambar manual selalu berstatus draf.

Belum ada bidang tersimpan. Impor poligon survei berkoordinat WGS84 atau mulai menggambar.
Tapak keseluruhanBelum terukurTarget perencanaan 9 ha
Calon pabrikBelum terukurTarget perencanaan 2 ha
Calon perkebunanBelum terukurTarget perencanaan 7 ha
Menunggu garis batas hasil ukur

Target luas 9 ha saja belum menentukan bentuk dan letak batas. Belum ada bidang yang ditempatkan otomatis pada peta.

Draf disimpan di browser ini setelah dibuat. Ekspor untuk menyimpan salinan.Luas dihitung secara geodesik pendekatan; tumpang tindih antarbidang belum dikurangkan.

Sumber & ketelitian peta

Lokasi & rekaman lapangan

Titik Google Maps dari pengguna ↗
Folder rekaman drone pengguna ↗

Rekaman video dan jejak penerbangan membantu memeriksa lokasi. Poligon persil memerlukan data batas yang dapat dirujukkan ke koordinat.

Batas administrasi resmi

BIG · Kabupaten/kota, September 2023 ↗
BIG · Referensi nama desa, Semester I 2025 ↗

Garis ungu menunjukkan konteks wilayah kabupaten. Garis ini bukan batas lahan 9 ha. Draf pengguna tetap terpisah dari layer administrasi.

06 / Evidence kebun sumber benih

Hasil pemeriksaan kebun Marief Solin

Data pemeriksaan lapangan tanggal 19–22 Oktober 2026 di Majanggut-1, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat.

Dokumen lapangan tersedia
0,5 haLuas kebun yang diperiksa
800Populasi pohon gambir
6Pohon induk terpilih
1.387.760Taksasi biji per tahun (dokumen)

Temuan bukti lapangan

Pemilik kebunMarief Solin
VarietasBrakrak Pakpak
LokasiMajanggut-1, Kerajaan, Pakpak Bharat
Tanggal pemeriksaan19–22 Oktober 2026
Umur tanaman20 tahun (tahun tanam 2006)
Kemurnian varietas85%
Hasil rekomendasiLayak diusulkan sebagai kebun sumber benih
Rekomendasi pemeriksaan bukan SK penetapan. Taksasi biji tidak sama dengan hasil panen, bibit siap tanam, atau volume daun untuk operasi pabrik.

Simulasi persemaian benih

Asumsi pembibitan dapat diuji untuk presentasi. Tidak mengubah angka pasokan daun maupun RAB pabrik.

Potensi bibit pada asumsi—1.387.760 × alokasi × kecambah × bertahan
Tabel halaman 5 menunjukkan jumlah baris taksasi sekitar 1.733.000, berbeda dari subtotal yang dicantumkan 1.734.700. Perlu konfirmasi sumber sebelum mempublikasikan angka hasil benih final.

Foto dan catatan lapangan

Sumber: laporan pemeriksaan, halaman 6.

Rekap pohon induk terpilih

Sumber: laporan pemeriksaan, halaman 5. Klik untuk melihat tabel asli.

Sumber: Marief Solin.pdf, halaman 1–9. Pengukuran status dan produksi daun industri belum tersedia.
07 / Pasar dan kelayakan awal

Pasar, kemitraan, dan simulasi usaha

Proposal meminta studi pasar, NPV, IRR dan payback period. Data pendapatan dan biaya operasional terverifikasi belum terlampir.

Belum berupa proyeksi kelayakan resmi
Lihat bab Produk turunan & investor untuk 20 aplikasi, referensi penelitian, strategi pengembangan bertahap, dan daftar produk prioritas. Produk inti pabrik tetap perlu validasi offtaker, harga dan spesifikasi. Kebun cadangan 7 ha menjadi penyangga pasokan, sedangkan petani gambir masyarakat tetap memasok porsi utama melalui skema kemitraan.

Informasi pasar yang wajib diverifikasi

Produk dan spesifikasi

Mutu ekstrak, kadar air, kemasan, harga dan persyaratan pembeli

Data belum ada
Volume permintaan / offtaker

Identitas calon pembeli, volume, term pembayaran dan bukti minat

Belum ada perjanjian
Rantai nilai dan logistik

Harga bahan baku, biaya pengumpulan dan jalur distribusi

Perlu survei

Opsi model bisnis

  • Investasi swasta penuh
  • Kerja sama investor dengan BUMD atau badan usaha lokal
  • Kemitraan petani/koperasi melalui kontrak pasokan
  • Model gabungan lain yang sesuai ketentuan dan kelayakan

Sumber: Proposal IPRO Bab IV–V, bagian model bisnis dan strategi penawaran.

Uji ekonomi sederhana dengan input Anda

Isi rendemen dan harga berdasarkan hasil uji atau penawaran. Kolom kosong menandakan data belum ada. Hasilnya hanya selisih pendapatan dan biaya yang diinput, bukan NPV, IRR, atau studi kelayakan lengkap.

Lengkapi seluruh harga, rendemen dan biaya operasional untuk melihat ilustrasi pendapatan dan selisih biaya tahunan.
08 / Rekomendasi portofolio investor

20 produk turunan gambir dan peluang hilirisasi

Katalog berbasis kajian jurnal yang dikirim pengguna. Prioritas fase berikut merupakan usulan penyaringan awal, bukan jaminan pasar atau teknologi siap komersial.

Kajian opsi, belum keputusan investasi
REKOMENDASI MODEL USAHA

Bangun lini ekstrak gambir terstandar sebagai produk jangkar

Mulai dengan ekstrak gambir terstandar / fraksi kaya tanin yang dapat diuji kepada pembeli industri. Kembangkan produk konsumen dan pemanfaatan residu melalui pilot kecil atau mitra maklon. Pemurnian katekin berkadar tinggi memerlukan studi proses, penawaran mesin, dan offtaker tersendiri. Nilai investasi lini tambahan belum termasuk dalam RAB dasar.

Produk turunan dalam kajian20 produk
Areal gambir Pakpak Bharat (2024)1.241 ha
Produksi gambir kering (2024)1.538 ton
Kapasitas daun pada proposal10 ton/hari
Statistik kebun 2024 adalah luas dan produksi getah gambir kering, sedangkan kapasitas proyek adalah daun segar per hari. Jangan menyetarakan atau menjumlahkan kedua besaran tanpa analisis rendemen, musim dan pasokan.
Tahap 1 · validasi usaha inti

Bahan antara dan pilot praktis

Ekstrak standar / tanin teknis sebagai produk jangkar. Uji pembeli untuk penyamakan kulit, lalu pilot teh, sabun, dan pewarna tekstil dari hasil samping. Prioritaskan volume dan spesifikasi sebelum membeli mesin tambahan.

Tahap 2 · kemitraan pengembangan

Pemurnian dan formulasi

Pilot katekin terpurifikasi, tinta, perawatan mulut, masker, kopi dan perekat papan. Butuh mitra offtaker atau maklon, pengujian produk, dan biaya proses spesifik.

Tahap 3 · riset industri

Produk teknologi lebih lanjut

Kemasan aktif, bahan pengawet khusus, nanoemulsi, farmasi, pelumas, membran dan toner. Belum layak dipakai sebagai dasar pendapatan utama proyek tanpa pengujian lanjutan.

Urutan pembuktian untuk investor

  1. Uji spesifikasi daun, ekstrak dan rendemen per batch Pakpak Bharat.
  2. Dapatkan penawaran dan sampel dari calon pembeli dengan kebutuhan mutu tertulis.
  3. Jalankan pilot process dan hitung CAPEX / OPEX tambahan setiap produk.
  4. Verifikasi izin pangan, kosmetik, bahan tambahan, kesehatan atau industri sesuai produk.
  5. Bangun model arus kas berdasarkan harga dan volume yang tervalidasi.

Contoh penerapan riil, dengan batasannya

Universitas Andalas melaporkan sekitar satu juta botol tinta pemilu berbasis gambir telah didistribusikan pada Pemilu 2024. Ini menjadi contoh penggunaan nyata, tetapi bukan kontrak pembelian untuk pabrik Pakpak Bharat.

Sumber: Universitas Andalas, 27 Agustus 2024.

Rekomendasi shortlist pembahasan awal

01 · Ekstrak gambir terstandar / tanin teknis

Produk inti B2B yang paling selaras dengan rancangan proses awal. Perlu kadar katekin/tanin, kadar air, volume pembeli dan spesifikasi mutu.

02 · Penyamak kulit nabati

Uji material bersama industri kulit sebagai calon pengguna ekstrak. Belum ada offtaker yang terkonfirmasi.

03 · Teh dan sabun gambir

Pilot bersama UMKM / maklon untuk demonstrasi nilai tambah daerah. Perlu uji mutu, izin dan evaluasi penerimaan.

04 · Pewarna tekstil dari limbah proses

Pilot pemanfaatan hasil samping. Neraca air/limbah, mutu warna dan biaya recovery wajib diuji.

Katalog 20 produk dan referensi

Pilih produk untuk melihat bukti dan pekerjaan uji lanjut. Daftar dapat difilter atau diekspor.

Memuat katalog...Penilaian tahap bersifat indikatif

Basis statistik 2024

WilayahLuas (ha)Produksi gambir kering (ton)
Indonesia33.16430.680
Sumatera Barat28.86426.912
Sumatera Utara1.7922.244
Pakpak Bharat1.2411.538

Ditjen Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 2 2024–2026, angka tetap 2024. Wilayah kabupaten termasuk provinsi, tidak dijumlahkan. Buka publikasi.

Risiko komersialisasi

  • Hasil laboratorium tidak sama dengan produk lolos izin atau terbukti laku.
  • Klaim antioksidan, antimikroba atau kesehatan tidak otomatis boleh dicantumkan pada label produk.
  • Pemasok bahan baku, tingkat kemurnian, neraca massa dan standar mutu belum ditetapkan.
  • Biaya mesin pemurnian, kosmetik, farmasi serta produk sampingan harus dihitung sebagai CAPEX tambahan.
  • Angka produksi kebun Marief Solin berupa taksasi benih, bukan proyeksi pasokan daun.

Dasar: proposal IPRO, laporan kebun Marief Solin dan kajian produk turunan yang dilampirkan.

Materi ini mendukung penawaran investor pada tahap pra-kelayakan. Rekomendasi produk final memerlukan verifikasi bahan baku, uji teknologi, pasar, legalitas, harga jual dan model finansial per lini bisnis.
Daftar referensi lengkap & catatan penelitian ↓

Transkripsi kajian sumber yang disertakan pada dashboard. Tautan DOI setiap produk juga tersedia di katalog.

**Gambir (*Uncaria gambir* Roxb.) dapat diolah menjadi berbagai produk: katekin murni, teh dan minuman, permen, bahan pengawet pangan, kemasan pangan, sabun, kosmetik, pasta gigi, obat kumur, tinta, pewarna tekstil, bahan penyamak kulit, hingga perekat papan partikel.** Penelitian juga sudah mengembangkan pemanfaatan gambir untuk pelumas antikorosi dan bahan tambahan membran pengolahan air. [repository.pertanian.go.id](https://repository.pertanian.go.id/items/c54abf05-fb88-4dcd-94b0-c9672f38c720/full?utm_source=chatgpt.com) Saya merangkum **data produksi resmi, jenis produk yang dapat dikembangkan, hasil penelitian, serta referensi jurnalnya** di bawah ini. Statusnya perlu diperhatikan: ada produk yang sudah digunakan di lapangan, sementara sebagian lainnya masih berupa formulasi atau pengujian laboratorium. ## 1. Data gambir sebagai dasar pengembangan produk Dalam publikasi **Statistik Perkebunan Jilid 2 2024–2026**, Direktorat Jenderal Perkebunan mencatat data berikut. Angka yang digunakan adalah **angka tetap tahun 2024**, dengan wujud produksi berupa **getah gambir kering**. [satudata.pertanian.go.id](https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/eea12f22a6dedc6822899ec9ff7d79dc.pdf?utm_source=chatgpt.com) | Wilayah | Luas areal 2024 | Produksi gambir kering 2024 | |---|---:|---:| | Indonesia | 33.164 ha | **30.680 ton** | | Sumatera Barat | 28.864 ha | **26.912 ton** | | Sumatera Utara | 1.792 ha | **2.244 ton** | | Kabupaten Pakpak Bharat | 1.241 ha | **1.538 ton** | Sumber: Tabel 5.4 dan 5.11 dalam publikasi tersebut. Pakpak Bharat merupakan bagian dari Sumatera Utara, sehingga angka pada tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional tidak dijumlahkan. [satudata.pertanian.go.id](https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/eea12f22a6dedc6822899ec9ff7d79dc.pdf?utm_source=chatgpt.com) Data ini menunjukkan bahwa pengembangan produk gambir juga relevan untuk **Sumatera Utara, khususnya Pakpak Bharat**. ## 2. Gambir bisa diolah menjadi apa saja? Nomor dalam tanda **[ ]** mengacu pada daftar referensi jurnal di bagian akhir. ### A. Bahan baku industri, pangan, dan kemasan pangan | Produk olahan | Bentuk pemanfaatan dan hasil penelitian | Status bukti | |---|---|---| | **1. Katekin terpurifikasi** | Ekstrak gambir dimurnikan menjadi isolat katekin sebagai bahan antara untuk penelitian dan pengembangan formulasi. Kurniatri dkk. memperoleh **kemurnian 99,80% ± 0,132**. Angka tersebut merupakan kemurnian hasil pemurnian, bukan kadar semua gambir mentah. **[1]** | Pemurnian dan identifikasi kimia di laboratorium. [Repositori BKPK](https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5105/?utm_source=chatgpt.com) | | **2. Teh daun gambir** | Daun gambir diolah menjadi teh, termasuk formulasi dengan tambahan **daun kopi dan stevia**. Penelitian menguji sifat fisik, kimia, aktivitas antioksidan, serta penerimaan panelis terhadap warna dan aroma. **[2]** | Produk telah dibuat dan diuji secara laboratorium serta sensoris. [Bentham Science](https://www.eurekaselect.com/article/142597?utm_source=chatgpt.com) | | **3. Kopi dengan tambahan ekstrak gambir** | Ekstrak gambir ditambahkan ke bubuk kopi robusta pada konsentrasi **5–20%**. Penelitian menemukan peningkatan aktivitas antioksidan, sementara perbedaan kesukaan rasa, warna, dan aroma tidak signifikan pada panel penelitian tersebut. **[3]** | Formulasi pangan dan uji panelis; manfaat kesehatan konsumen belum diuji dalam penelitian ini. [scielo.br](https://www.scielo.br/j/cta/a/rKHFDDqG783CqcL6SW6VWSp/?lang=en\&utm_source=chatgpt.com) | | **4. Permen jeli, sirup, dan minuman instan** | Pengembangan **permen jeli, sirup, minuman instan, serta granul efervesen** berbasis gambir didokumentasikan dalam buku teknologi pengolahan terbitan IAARD Press. | Terdokumentasi sebagai pengembangan produk; kesiapan komersial perlu dilihat untuk masing-masing formulasi. [repository.pertanian.go.id](https://repository.pertanian.go.id/items/c54abf05-fb88-4dcd-94b0-c9672f38c720/full?utm_source=chatgpt.com) | | **5. Bahan pengawet pangan** | Katekin ekstrak gambir telah diteliti sebagai bahan pengawet pada **mi basah**. Penelitian membandingkan konsentrasi 0–0,4%; perlakuan 0,2% memperoleh penerimaan sensoris terbaik menurut penulis. **[4]** | Penelitian pada produk pangan tertentu. Hasilnya belum dapat digeneralisasikan menjadi umur simpan yang sama untuk semua pangan. [Garba Rujukan Digital](https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/2010055?utm_source=chatgpt.com) | | **6. Edible film atau kemasan pangan aktif** | Filtrat gambir dicampurkan ke **pati jagung** untuk menghasilkan lapisan kemasan dengan aktivitas antioksidan dan antibakteri. Penelitian juga menguji ketebalan, elastisitas, dan perpindahan uap air. **[5]** | Prototipe material kemasan; masih memerlukan pengujian lanjutan sesuai pangan yang akan dikemas. [scielo.br](https://www.scielo.br/j/cta/a/QvLb74nCTgqqR46npRZ8fpk/?lang=en\&utm_source=chatgpt.com) | **Maknanya untuk hilirisasi:** gambir dapat dikembangkan sebagai produk konsumsi, bahan tambahan dalam formulasi pangan, maupun bahan antara yang dipasok kepada industri. Ketiganya memerlukan proses pengolahan dan spesifikasi mutu yang berbeda. ### B. Sabun, kosmetik, perawatan mulut, dan sediaan farmasi | Produk olahan | Bentuk pemanfaatan dan hasil penelitian | Status bukti | |---|---|---| | **7. Sabun dengan ekstrak gambir** | Ekstrak gambir telah ditambahkan ke sabun padat. Dalam penelitian Astina dkk., penambahan **2% ekstrak** menghasilkan zona hambat terhadap *Staphylococcus aureus* dan *Escherichia coli*. **[6]** | Formulasi dan pengujian antibakteri di laboratorium. [repo.unespadang.ac.id](https://repo.unespadang.ac.id/id/eprint/81/?utm_source=chatgpt.com) | | **8. Pasta gigi** | Pasta gigi dengan **10% ekstrak gambir** diuji pada **32 subjek**. Penulis melaporkan penurunan indeks plak dan koloni bakteri setelah pengamatan **4 jam**. **[7]** | Uji manusia awal dengan sampel kecil dan pengamatan singkat; belum membuktikan pencegahan karies jangka panjang. [Journal of Dentomaxillofacial Science](https://www.jdmfs.org/index.php/jdmfs/article/view/1860?utm_source=chatgpt.com) | | **9. Obat kumur** | Katekin gambir diformulasikan menjadi obat kumur. Penelitian membandingkan konsentrasi 0,25%, 0,50%, dan 0,75%; formula **0,25%** menunjukkan karakteristik fisik dan penerimaan organoleptik yang baik. **[8]** | Uji formulasi, stabilitas, dan penerimaan pada 25 responden. [Sinnun Maxillofacial Journal](https://e-jurnal.fkg.umi.ac.id/index.php/sinnunmaxillofacial/en/article/view/130?articlesBySimilarityPage=2\&utm_source=chatgpt.com) | | **10. Masker wajah** | Gambir terpurifikasi digunakan dalam **rubber mask atau masker bubuk**. Formula yang mengandung **5% gambir terpurifikasi** diuji sifat fisiknya dan dilaporkan stabil selama **21 hari** pada kondisi penelitian. **[9]** | Prototipe kosmetik; penelitian terutama menguji mutu fisik dan kandungan katekin. [Jurnal Sains Farmasi & Klinis](https://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jsfk/article/view/1519?utm_source=chatgpt.com) | | **11. Kandidat tabir surya dan pencerah kulit** | Katekin gambir dibuat menjadi **gel dan nanoemulsi**, kemudian diuji aktivitas antioksidan, parameter perlindungan UV, serta penghambatan tirosinase dan pembentukan melanin. **[10]** | Pengujian *in vitro* atau laboratorium; efektivitas produk jadi pada manusia masih memerlukan pembuktian. [Indonesian Journal of Pharmacy](https://journal.ugm.ac.id/v3/IJP/article/view/8526?utm_source=chatgpt.com) | | **12. Tablet salut untuk pengembangan sediaan farmasi** | Fraksi gambir dibuat menjadi tablet salut selaput. Penelitian melaporkan **setidaknya 75% katekin terlarut dalam 60 menit**, serta stabilitas yang baik selama uji dipercepat **enam bulan**. **[11]** | Pengembangan bentuk sediaan, mutu fisik, disolusi, dan stabilitas. [Tropical Journal of Natural Product Research](https://www.tjnpr.org/index.php/home/article/view/3403?utm_source=chatgpt.com) | Untuk kelompok ini, **keberhasilan membuat formulasi perlu dibedakan dari pembuktian khasiat pada manusia**. Misalnya, hasil uji antibakteri di laboratorium mendukung pengembangan produk, tetapi klaim pengobatan memerlukan penelitian yang sesuai. ### C. Produk industri, tekstil, dan pemanfaatan limbah | Produk olahan | Bentuk pemanfaatan dan hasil penelitian | Status bukti | |---|---|---| | **13. Pewarna tekstil alami** | **Limbah cair pengolahan gambir** diolah menjadi pewarna cair dengan bantuan FeSO₄. Pewarna menghasilkan warna abu-abu kehijauan pada katun dan masih dapat digunakan setelah **satu tahun penyimpanan** dalam penelitian. **[12]** | Pembuatan dan pengujian pada kain; potensial untuk pengembangan tekstil atau batik. [ijaseit.insightsociety.org](https://ijaseit.insightsociety.org/index.php/ijaseit/article/view/12891?utm_source=chatgpt.com) | | **14. Tinta pemilu** | Universitas Andalas melaporkan tinta berbahan gambir telah didistribusikan hingga **1 juta botol**, mencakup **35 provinsi dan pemilih luar negeri** pada Pemilu 2024. | **Sudah diterapkan di lapangan**, berdasarkan laporan resmi UNAND. [Universitas Andalas](https://www.unand.ac.id/2024/1046-tinta-gambir-unand-siap-berkompetisi-untuk-pilkada-2024.html?utm_source=chatgpt.com) | | **15. Bahan penyamak kulit** | Gambir digunakan sebagai penyamak nabati dalam kombinasi **alum–gambir atau glutaraldehida–gambir** untuk pengolahan kulit domba. Penelitian menilai kelembutan, kekuatan, dan stabilitas kulit. **[13]** | Percobaan teknis penyamakan kulit dengan bahan tambahan lain. [revistapielarieincaltaminte.ro](https://www.revistapielarieincaltaminte.ro/vol19_4.html?utm_source=chatgpt.com) | | **16. Perekat papan partikel** | Gambir dicampur dengan sukrosa untuk menjadi perekat. Rasio gambir:sukrosa **25:75**, dengan pengepresan panas pada 200°C, menghasilkan kekuatan ikatan internal **0,89 MPa** pada papan penelitian. **[14]** | Prototipe perekat dan papan partikel; parameter ikatan internal memenuhi persyaratan yang dirujuk penulis. [woodj.org](https://www.woodj.org/archive/view_article?pid=wood-48-3-303\&utm_source=chatgpt.com) | | **17. Aditif pelumas antikorosi** | Ekstrak gambir ditambahkan ke pelumas berbasis air dan karboksimetil selulosa. Penelitian menguji kestabilan, korosi, serta gesekan, dan menemukan potensi peningkatan kinerja formulasi. **[15]** | Pengujian laboratorium untuk aplikasi permesinan. [tribology.rs](https://www.tribology.rs/journals/2022/2022-4/2022-4-03.html?utm_source=chatgpt.com) | | **18. Karbon aktif dan bahan toner printer** | **Limbah padat pengolahan gambir** dipirolisis, diaktivasi, kemudian dikembangkan sebagai bahan tinta serbuk atau toner printer. **[16]** | Masih perlu pengembangan: penelitian menyatakan **hasil cetaknya belum optimal**. [download.garuda.kemdikbud.go.id](https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=623053\&title=Pembuatan+dan+Karakterisasi+Tinta+Serbuk+Printer+Berbahan+Baku+Arang+Aktif+dari+Limbah+Padat+Pengolahan+Gambir\&val=8384\&utm_source=chatgpt.com) | | **19. Bahan tambahan membran pengolahan air** | Tanin gambir ditambahkan pada membran polimer PVDF dan PES. Penambahan **1% tanin** memperbaiki karakter permukaan dan ketahanan terhadap pengotoran membran dalam pengujian. **[17]** | Fabrikasi dan pengujian membran laboratorium. [Journal of Chemical Natural Resources](https://idjpcr.usu.ac.id/JCNaR/article/view/21863?utm_source=chatgpt.com) | | **20. Ekstrak antioksidan dari limbah cair** | Limbah cair pengolahan gambir diproses menjadi ekstrak kering. Penelitian membandingkan fraksinasi, pengeringan oven, dan pengeringan beku; salah satu fraksi mencapai kadar katekin **86,07%**. **[18]** | Pemulihan senyawa bernilai dari hasil samping, dengan pengujian kimia dan antioksidan laboratorium. [ejournal.undip.ac.id](https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jitaa/article/view/34882?utm_source=chatgpt.com) | Ada kaitan langsung dengan lingkungan akademik Sumatera Utara: **penelitian perekat gambir–sukrosa mencantumkan penulis berafiliasi USU**, sedangkan penelitian membran tanin gambir dilakukan oleh penulis dari Departemen Teknik Kimia USU. Keduanya dapat menjadi titik awal penelusuran kepakaran untuk kolaborasi hilirisasi. [woodj.org](https://www.woodj.org/archive/view_article?pid=wood-48-3-303\&utm_source=chatgpt.com) ## 3. Produk mana yang menarik untuk dikaji lebih lanjut? **Sebagai penilaian awal berdasarkan jenis proses dan bukti di atas**, saya akan membagi arah kajiannya sebagai berikut: | Tujuan pengembangan | Produk yang dapat diprioritaskan untuk dikaji | Pertanyaan penelitian atau usaha yang perlu dijawab | |---|---|---| | **Diversifikasi produk UMKM** | Teh daun gambir, permen jeli, sabun, pewarna tekstil | Bagaimana penerimaan konsumen, konsistensi mutu, biaya produksi, dan daya simpan? | | **Memasok bahan baku kepada industri** | Katekin terpurifikasi dan ekstrak kaya tanin | Berapa kemurnian yang dibutuhkan pembeli, rendemen proses, kapasitas produksi, dan biaya pemurnian? | | **Kemitraan dengan industri manufaktur** | Perekat papan, penyamak kulit, tinta | Apakah kinerjanya konsisten pada skala produksi dan memenuhi spesifikasi pengguna? | | **Riset teknologi lanjutan** | Kemasan aktif, nanoemulsi kosmetik, membran, pelumas antikorosi | Bagaimana performa, stabilitas, keamanan aplikasi, serta kemampuan memperbesar skala proses? | | **Pemanfaatan limbah** | Pewarna dan ekstrak antioksidan dari limbah cair; karbon aktif dari limbah padat | Berapa bahan bernilai yang dapat dipulihkan dan bagaimana biaya pengolahannya? | Untuk penelitian hilirisasi, **teh gambir, sabun, pewarna tekstil, dan katekin terpurifikasi** merupakan empat jalur yang menarik untuk dibandingkan dalam studi kelayakan. Penentuan pilihan akhirnya perlu memakai data bahan baku setempat, calon pembeli, kebutuhan alat, dan biaya pengolahan. ## 4. Referensi jurnal Berikut artikel yang sesuai dengan nomor pada tabel. Tautan DOI atau artikel dapat dibuka untuk menelusuri sumbernya. ### Bahan baku, pangan, dan kemasan **[1] Katekin terpurifikasi** Kurniatri, A. A., Sulistyaningrum, N., & Rustanti, L. (2019). Purifikasi katekin dari ekstrak gambir (*Uncaria gambir* Roxb.). *Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 29*(2), 153–160. [https://doi.org/10.22435/mpk.v29i2.1108](https://doi.org/10.22435/mpk.v29i2.1108) **[2] Teh daun gambir** Lidiasari, E., Sipahutar, R. E., Rahmawati, L., Priyanto, G., Defira, C., Syaiful, F., Syafutri, M. I., & Santoso, B. (2025). Incorporation of coffee and stevia leaf powder in making gambir leaf tea. *Current Nutrition & Food Science, 21*(3), 373–378. [https://doi.org/10.2174/0115734013303523240809114935](https://doi.org/10.2174/0115734013303523240809114935) **[3] Kopi dengan ekstrak gambir** Santoso, B., Wijaya, A., & Din Pangawikan, A. (2022). The addition of crude gambir extract in the production of functional robusta coffee powder. *Food Science and Technology, 42*, e55721. [https://doi.org/10.1590/fst.55721](https://doi.org/10.1590/fst.55721) **[4] Pengawet mi basah** Kamsina, K., Firdausni, F., & Silfia, S. (2020). Pemanfaatan katekin ekstrak gambir (*Uncaria gambir* Roxb) sebagai pengawet alami terhadap karakteristik mie basah. *Jurnal Litbang Industri, 10*(2), 89–95. [https://doi.org/10.24960/jli.v10i2.6526.89-95](https://doi.org/10.24960/jli.v10i2.6526.89-95) **[5] Edible film** Santoso, B., Hazirah, R., Priyanto, G., Hermanto, & Sugito. (2019). Utilization of *Uncaria gambir* Roxb filtrate in the formation of bioactive edible films based on corn starch. *Food Science and Technology, 39*(4). [https://doi.org/10.1590/fst.06318](https://doi.org/10.1590/fst.06318) ### Sabun, kosmetik, perawatan mulut, dan farmasi **[6] Sabun padat** Astina, T., Asnurita, & Budaraga, I. K. (2022). Pengaruh penambahan ekstrak gambir (*Uncaria gambir* Roxb.) sebagai antibakteri pada pembuatan sabun padat opaque. *Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 26*(2), 142–150. [Artikel dan naskah terbit pada repositori institusi penulis](https://repo.unespadang.ac.id/id/eprint/81/) **[7] Pasta gigi** Dewi, S. R., Arif, C. I., Tuzzahra, A. H., & Handayani, P. (2025). The effect of toothpaste containing *Uncaria gambir* Roxb. extract in oral health. *Journal of Dentomaxillofacial Science, 10*(2). [https://doi.org/10.15562/jdmfs.v10i2.1860](https://doi.org/10.15562/jdmfs.v10i2.1860) **[8] Obat kumur** Alfarisi, F., Lestari, C., Orienty, F. N., Fadriyanti, O., & Anggraini, N. (2024). Uji karakteristik dan uji organoleptik obat kumur katekin gambir (*Uncaria gambir* Roxb). *Sinnun Maxillofacial Journal, 6*(2). [https://doi.org/10.33096/smj.v6i02.130](https://doi.org/10.33096/smj.v6i02.130) **[9] Masker wajah** Agustin, R., Akrami, H., & Syafni, N. (2023). Formulation of anti-blackhead rubber mask from purified gambier (*Uncaria gambir* [Hunter] Roxb.). *Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 10*(3), 340–347. [https://doi.org/10.25077/jsfk.10.3.340-347.2023](https://doi.org/10.25077/jsfk.10.3.340-347.2023) **[10] Kandidat tabir surya dan pencerah** Widyastuti, W., Florida, G., & Triananda, L. R. (2025). The effect of formulation on the activity of catechins as a sunscreen and skin lightening. *Indonesian Journal of Pharmacy, 36*(2), 206–215. [https://doi.org/10.22146/ijp.8526](https://doi.org/10.22146/ijp.8526) **[11] Tablet salut** Yunarto, N., Sulistyowati, I., Elya, B., Sauriasari, R., & Mihardja, L. K. (2024). Evaluation of film-coated tablets of ethyl acetate fraction of *Uncaria gambir* (Hunter) Roxb. *Tropical Journal of Natural Product Research, 8*(1). [https://doi.org/10.26538/tjnpr/v8i1.28](https://doi.org/10.26538/tjnpr/v8i1.28) ### Produk industri dan pemanfaatan limbah **[12] Pewarna tekstil dari limbah cair** Sofyan, S., Failisnur, F., Silfia, S., Sy, S., & Ardinal, A. (2020). Natural liquid dyestuff from wastewater of gambier processing (*Uncaria gambir* Roxb) as textile dye. *International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 10*(6), 2512–2517. [https://doi.org/10.18517/ijaseit.10.6.12891](https://doi.org/10.18517/ijaseit.10.6.12891) **[13] Penyamakan kulit** Griyanitasari, G., Rahmawati, D., Sugihartono, & Erwanto, Y. (2019). Cleaner leather tanning process using gambir: The influence of rebating on the properties of leather. *Leather and Footwear Journal, 19*(4), 217–226. [https://doi.org/10.24264/lfj.19.4.6](https://doi.org/10.24264/lfj.19.4.6) **[14] Perekat papan partikel** Sucipto, T., Widyorini, R., Prayitno, T. A., & Lukmandaru, G. (2020). Properties of a new adhesive composed of gambir-sucrose. *Journal of the Korean Wood Science and Technology, 48*(3), 303–314. [https://doi.org/10.5658/WOOD.2020.48.3.303](https://doi.org/10.5658/WOOD.2020.48.3.303) **[15] Pelumas antikorosi** Rahmadiawan, D., Fuadi, Z., Kurniawan, R., Abral, H., Ilhamsyah, F., Arafat, A., Rifelino, Syahri, B., & Indrawan, E. (2022). Tribological properties of aqueous carboxymethyl cellulose/*Uncaria gambir* extract as novel anti-corrosion water-based lubricant. *Tribology in Industry, 44*(4), 584–591. [https://doi.org/10.24874/ti.1357.08.22.10](https://doi.org/10.24874/ti.1357.08.22.10) **[16] Karbon aktif dan toner printer** Purnomo, Y., Sy, S., Muchtar, H., & Kumar, R. (2017). Pembuatan dan karakterisasi tinta serbuk printer berbahan baku arang aktif dari limbah padat pengolahan gambir. *Jurnal Litbang Industri, 7*(2), 71–80. [https://doi.org/10.24960/jli.v7i2.3242.71-80](https://doi.org/10.24960/jli.v7i2.3242.71-80) **[17] Membran pengolahan air** Bako, I. P. (2025). Modification of hydrophobic polymer-based membranes with gambir tannin as a natural additive to reduce humic acid in water. *Journal of Chemical Natural Resources, 7*(1). [https://doi.org/10.32734/jcnar.v7i1.21863](https://doi.org/10.32734/jcnar.v7i1.21863) **[18] Ekstrak antioksidan dari limbah cair** Ismail, A. S., Rizal, Y., Armenia, A., & Kasim, A. (2021). Determination of the best method for processing gambier liquid by-product [*Uncaria gambir* (Hunter) Roxb] as natural antioxidant sources. *Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture, 46*(2), 166–172. [https://doi.org/10.14710/jitaa.46.2.166-172](https://doi.org/10.14710/jitaa.46.2.166-172) ## 5. Sumber resmi pelengkap Selain jurnal, tiga sumber ini berguna untuk landasan data dan pengembangan produk: 1. **Direktorat Jenderal Perkebunan — *Statistik Perkebunan Jilid 2 2024–2026*.** Memuat luas areal dan produksi gambir menurut provinsi serta kabupaten. [Buka publikasi resmi](https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/eea12f22a6dedc6822899ec9ff7d79dc.pdf) 2. **Hernani, Hidayat, T., & Kailaku, S. I. (2020). *Teknologi pengolahan dan pengembangan produk olahan daun gambir*. IAARD Press.** ISBN 978-602-344-292-8. Berguna untuk mempelajari pengembangan teh, permen, minuman, dan berbagai produk turunan gambir. [Buka buku pada repositori Kementerian Pertanian](https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/20037) 3. **Universitas Andalas (27 Agustus 2024). *Tinta Gambir UNAND Siap Berkompetisi untuk Pilkada 2024*.** Memuat contoh penerapan tinta berbahan gambir pada Pemilu 2024. [Buka laporan resmi UNAND](https://www.unand.ac.id/2024/1046-tinta-gambir-unand-siap-berkompetisi-untuk-pilkada-2024.html)
09 / Risiko, izin, ESG

Perizinan dan kesiapan proyek

Matriks tindak lanjut berbasis proposal. Status menunjukkan bukti yang tersedia dalam bahan, bukan kemajuan perizinan aktual.

Pemeriksaan legal dan lokasi

Status tapak & hak tanah

Batas, kesepakatan hak ulayat, kewenangan pihak dan dokumen pertanahan

Belum tersedia
Kesesuaian tata ruang

RTRW/RDTR, KKPR, area lindung, infrastruktur dan akses jalan

Perlu verifikasi
Perizinan industri

KBLI dan perizinan berusaha berbasis risiko sesuai kegiatan terpilih

Belum diidentifikasi final
Persetujuan lingkungan

Penapisan kebutuhan UKL-UPL/AMDAL dan rancangan IPAL

Belum disusun
Desain dan bangunan

DED, investigasi tanah, PBG, standar K3 dan kelayakan bangunan

Konsep saja

Kategori risk register IPRO

Prinsip lingkungan dan sosial

  • Uji kebutuhan air dan efisiensi pemakaian energi
  • Identifikasi limbah cair dan residu, desain IPAL berbasis beban terukur
  • Manfaat bagi petani dan pelaku usaha lokal
  • Pelibatan warga serta prosedur keluhan dan keselamatan kerja

Dasar risiko utama

Belum adanya konfirmasi pasokan daun, harga pembelian hasil, kepastian lokasi, penawaran teknologi, perizinan dan harga tanah dapat mengubah kapasitas optimum serta nilai CAPEX/OPEX secara material.

Paket investasi belum layak dinyatakan siap konstruksi sampai pemilik proyek menyetujui desain dan informasi teknis, legal, lingkungan serta finansial yang terverifikasi.
10 / Kontrak dan rencana kerja

Timeline IPRO: 15 Okt–11 Des 2026

58 hari kalender, 8 minggu 2 hari. Ini adalah jadwal target sesuai proposal revisi, bukan laporan progres aktual.

Swakelola Tipe II · USU

Jadwal pekerjaan 8 minggu

Kegiatan15–21 Okt22–28 Okt29 Okt–4 Nov5–11 Nov12–18 Nov19–25 Nov26 Nov–2 Des3–9 Des

10–11 Desember 2026: pemeriksaan akhir dan serah terima (BAST).

Kontrak dan pembiayaan

Tanggal penandatanganan15 Oktober 2026
Akhir pekerjaan11 Desember 2026
Nilai kontrak penyusunan IPRORp90.000.000
Pemberi tugasBappelitbangda Kabupaten Pakpak Bharat
PelaksanaFakultas Vokasi USU
Pembayaran dalam SSKK100% setelah syarat penyerahan

Catatan administrasi kontrak

Klausul pembayaran SSKK menyebut "Forum Konsultasi Publik I dan II Rancangan Awal", sementara objek pekerjaan kontrak adalah IPRO gambir. Redaksi ini tampak tidak selaras dan perlu klarifikasi tertulis dengan PPK sebelum dijadikan tolok ukur pembayaran.

Kontrak menjadi sumber batas 15 Oktober–11 Desember 2026. Dashboard tidak menetapkan status penyelesaian pekerjaan tanpa berita acara atau bukti pelaksanaan.
11 / Keluaran dan RAB jasa IPRO

Paket dokumen dan biaya penyusunan

Anggaran pemerintah Rp90 juta untuk jasa penyusunan IPRO tidak sama dengan kebutuhan pembangunan pabrik puluhan miliar.

RAB penyusunan dokumen IPRO

KomponenBiaya
Tenaga ahli (115 OH)Rp57.250.000
Tenaga pendukung (35 OH + administrasi)Rp9.000.000
Perjalanan dinasRp8.000.000
ATK dan penggandaanRp750.000
Produksi video IPRORp15.000.000
Total anggaran jasaRp90.000.000

Lima keluaran utama proposal

Dokumen IPRO lengkapDirencanakan
Executive summaryDirencanakan
Pitch deck investasiDirencanakan
Data dukung, GIS, proyeksiDirencanakan
Video presentasi IPRODirencanakan

Alokasi tenaga ahli sesuai proposal

PersonelOHBiayaFokus
Team Leader30Rp18.000.000Strategi dan integrasi IPRO
Ahli Agribisnis20Rp10.000.000Pasokan dan kemitraan petani
Ahli Industri20Rp10.000.000Teknologi, mesin dan layout
Ahli Tata Ruang15Rp6.750.000GIS dan kesesuaian lahan
Ahli Finansial20Rp9.000.000NPV, IRR, sensitivitas
Ahli Lingkungan10Rp3.500.000ESG, limbah dan mitigasi
Sumber: Proposal revisi 2026, halaman 17–23 dan lampiran kesesuaian RAB.
12 / Perpustakaan bahan IPRO

Dokumen dan bahan presentasi

Semua dokumen sumber yang tersedia pada percakapan ini dimasukkan ke dalam satu dashboard. Berkas dapat Anda buka atau unduh tanpa koneksi internet.

Paket sumber tertanam

Dokumen asli / hasil kajian

Perspektif pabrik 3D

Perspektif realistis, konseptual.

Papan detail arsitektur

Denah, tampak, potongan ilustratif.

Visual zona proyek

Indikasi lokasi fungsi, bukan hasil survei.

Paket dashboard HTML ini bersifat mandiri. Gambar dan enam dokumen tertanam di dalam satu berkas, jadi tetap bisa diakses ketika dipresentasikan secara offline.